Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

SABAR

Rasulullah Saw, ketika bersabda:“Demi Dzat yang aku ada ditanganNya, sungguh kamu sekalian tidak akan masuk syurga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Bukankah aku sudah tunjukkan kepadamu pada sesuatu bila kalian melakukannya maka kalian saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian. (Hr. Muslim, Abud Dawud dan Tirmidzy)” Nabi Saw, memerintahkan memalui hadits mulia ini, agar: Mengekang nafsu Menghapus gairahnya Menamparnya dengan sandal cita luhur, makala bergolak dengan semua instrumennya yang mengikutinya. Hendaknya anda mendisiplinkan cinta yang sejati dan cinta itu dijadikan tonggaknya iman, karena cinta hanya bagi Allah Swt. Nabi Saw, —sang guru kebajikan— juga mengajarkan kita: Menebar salam membuahkan cinta. Ahli kebenaran senantiasa diuji dari kaum bathil. Namun citarasanya tidak berpaling sama sekali dari Allah Swt, senantiasa berpegang teguh padaNya. Anak-anak sekalian! Sesungguhnya Allah Swt menjadikan dun...

KEMATIAN

Rasulullah Saw, ketika bersabda: "Tasbih bagi para lelaki, dan tepukan tangan bagi perempuan." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzy dan Nasa’y) HADITS mulia ini mengandung motivasi beramal dengan maksimal, dan meleburkan gerak dan diam pada Allah Ta’ala. Engkau telah banyak melihat dari komunitas kaum arifin, membuat isyarat mengenai kondisi ruhani, dan ketika hadir dihadapanNya, mereka menempelkan telapak tangannya. Jangan sampai anda menyangka bahwa isyarat mereka itu termasuk bertepuk tangan. Anda salah. Namun isyarat itu adalah bentuk kesirnaan gerakannya hanya bagi Allah, dan pada gerakan lain, hanya bagi Allah, karena mereka mati bersama  Allah ketika mereka masih hidup. Karena itu Allah menghidupkan mereka, ketika mereka sedang mati. Anak-anak sekalian, ketahuilah bahwa Allah Swt mempunyai para hamba yang hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah Swt, yang merindukan maut karena rindu kepada Kekasihnya, disamping ia sudah sangat tidak suka dengan ke...

Catatan Kecil Tentang Tassawuf

Gambar
JIKA KAU MERASA GALAU, BERARTI JAUH DARI ALLAH “Jika hatimu masih merasa galau dan sedih berarti masih terhalang untuk menyaksikan-Nya.” —Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam. Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa jika hati kita masih merasakan galau, sedih dan gelisah terhadap hal-hal yang bersifat duniawi, berarti hati kita masih terhalang dari melihat Allah dengan mata batin. Jika tidak, tentu dia tidak akan merasa risau ataupun sedih atas hilangnya sesuatu dari dunia ini. Perasaan galau dan sedih tersebut adalah akibat dari sikap memandang diri sendiri dan mengedepankan keuntungan pribadi semata. Padahal, jika seseorang tak hanya melihat dirinya sendiri dan hanya menyaksikan Al-Haqq, tentu dia akan selalu senang dan bahagia. Allah berfirman, “Janganlah engkau bersedih. Sesungguhnya Allah selalu bersama kita.” Siapa yang hatinya bersinar dengan cahaya makrifat, ia tidak akan bersedih selamanya. Tetapi, jika orang yang mencapai maqam ini masih merisaukan ke...