Untuk apa Aku ada
Biarlah aku malam ini berkekasih dengan dingin dan suara jangkrik yg baru ku beli kemarin di jatinegara malam memang selalu arif dia terus menyediakan suasana tenang untukku merenung tanpa harus murung dan bingung waktu yg terus bergerak, umur yg kian beranjak, semoga bisa berguna untuk menjadi manusia bijak aku yang ditakdirkan sebagai hamb a yang wajib menghamba pada Sang Pencipta tak ingin diam menunggu waktu mati bukankah usia hanyalah simbol dari angka angka yang kian bertambah ? namun mengurangi eksistensiku di alam ini hidup dan mati adalah sebuah kehidupan yang terlalu tipis batasannya lalu untuk apa sebenarnya aku ada kalau yang ku kerjakan dan ciptakan hanya akan berlalu begitu saja rumah megah, mobil mewah, uang melimpah, dan ahh segala apa yang kami cari tak bisa kami bawa mati jangankan itu semua foto kekasih berukuran 4x4 pun tak bisa diselipkan didalam kafan yang akan terpendam Gusti sungguh Kau jadikan pendahulu pendahuluku buyut...