Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Untuk apa Aku ada

Biarlah aku malam ini berkekasih dengan dingin dan suara jangkrik yg baru ku beli kemarin di jatinegara malam memang selalu arif dia terus menyediakan suasana tenang untukku merenung tanpa harus murung dan bingung waktu yg terus bergerak, umur yg kian beranjak, semoga bisa berguna untuk menjadi manusia bijak aku yang ditakdirkan sebagai hamb a yang wajib menghamba pada Sang Pencipta tak ingin diam menunggu waktu mati bukankah usia hanyalah simbol dari angka angka yang kian bertambah ?  namun mengurangi eksistensiku di alam ini hidup dan mati adalah sebuah kehidupan yang terlalu tipis batasannya lalu untuk apa sebenarnya aku ada kalau yang ku kerjakan dan ciptakan hanya akan berlalu begitu saja rumah megah, mobil mewah, uang melimpah, dan ahh segala apa yang kami cari tak bisa kami bawa mati jangankan itu semua foto kekasih berukuran 4x4 pun tak bisa diselipkan didalam kafan yang akan terpendam Gusti sungguh Kau jadikan pendahulu pendahuluku buyut...

Tentang Fariduddin Ath Thar

Gambar
Nama lengkapnya Fariduddin Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim, namun lebih dikenal dengan sebutan Ath-Thar, si penyebar wangi. Meskipun sedikit yang diketahui tentang riwayat hidupnya, dapat dikatakan bahwa ia dilahirkan pada 1120 Masehi dekat Nisapur, Persia. Berdasarkan catatan pribadinya yang tersebar di sejumlah tulisannya, Ath-Thar melewatkan tiga belas tahun masa mudanya di Meshed. Suatu hari, konon Ath-Thar sedang duduk dengan seorang kawannya di depan pintu kedainya, ketika seorang darwis datang mendekat, singgah sebentar, mencium bau wangi, kemudian menarik nafas panjang dan menangis. Ath-Thar mengira darwis itu berusaha hendak membangkitkan belas kasihan mereka, lalu menyuruhnya pergi. “Baik," kata si darwis. "Tak ada satu pun yang menghalangi aku meninggalkan pintumu dan mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini. Apa yang kupunya hanyalah khirka lusuh ini. Tetapi aku sedih memikirkanmu, Ath-Thar. Mana mungkin kau pernah memikirkan maut dan meninggalkan segala harta du...

Aku Harus Apa dan Aku Harus Bagaimana

Aku bilang cinta kau bilang aku dusta Aku bilang rindu kau bilang aku lucu Aku bilang ingin pergi kau bilang jangan tinggalkan aku Aku bilang aku jenuh kau bilang aku selingkuh Aku harus apa dan aku harus bagaimana Aku bicara masa depan kau bilang aku belum terlalu mapan Aku bicara lupakan masa lalu kau bilang  tak mudah melupakan itu Aku bicara kita tak berjodoh kau bilang aku lelaki bodoh Aku bicara bahwa aku bosan malah kau sambut dengan tangisan Aku harus apa dan aku harus bagaimana Aku ingin menemui orang tuamu kau bilang jangan terburu buru Aku buatkan puisi untukmu kau bilang takut tertipu oleh rayu Aku lama tak menghubungimu kau bilang aku melupakanmu Aku ingin kita putus kau malah bilang ingin serius Hah...aku harus apa dan aku harus bagaimana (Terinspirasi dari sajak Tuan Guru Gus Mus)