Untuk apa Aku ada
Biarlah aku malam ini berkekasih dengan dingin
dan suara jangkrik yg baru ku beli kemarin di jatinegara
malam memang selalu arif
dia terus menyediakan suasana tenang untukku merenung tanpa harus murung dan bingung
waktu yg terus bergerak, umur yg kian beranjak, semoga bisa berguna untuk menjadi manusia bijak
aku yang ditakdirkan sebagai hamba yang wajib menghamba pada Sang Pencipta
tak ingin diam menunggu waktu mati
bukankah usia hanyalah simbol dari angka angka yang kian bertambah ?
namun mengurangi eksistensiku di alam ini
hidup dan mati adalah sebuah kehidupan yang terlalu tipis batasannya
lalu untuk apa sebenarnya aku ada
kalau yang ku kerjakan dan ciptakan hanya akan berlalu begitu saja
rumah megah, mobil mewah, uang melimpah, dan ahh segala apa yang kami cari
tak bisa kami bawa mati
jangankan itu semua
foto kekasih berukuran 4x4 pun tak bisa diselipkan didalam kafan yang akan terpendam
Gusti sungguh Kau jadikan pendahulu pendahuluku
buyutku, eyangku, contoh bagiku, yang akan renta dan pada akhirnya tiada
namun aku terus melupakan itu
sesekali aku merenung untuk mengingat
dan sesekali pula aku sibuk dengan hiruk pikuk dunia ini
manusia tidaklah seperti mentari atau bulan
dimana dia bisa tenggelam namun esok akan muncul kembali
kami hanya makhluk yang sekali mati sudah itu tiada bisa kembali
Merenung sesaat bahwa hidup hanya sesaat
dan suara jangkrik yg baru ku beli kemarin di jatinegara
malam memang selalu arif
dia terus menyediakan suasana tenang untukku merenung tanpa harus murung dan bingung
waktu yg terus bergerak, umur yg kian beranjak, semoga bisa berguna untuk menjadi manusia bijak
aku yang ditakdirkan sebagai hamba yang wajib menghamba pada Sang Pencipta
tak ingin diam menunggu waktu mati
bukankah usia hanyalah simbol dari angka angka yang kian bertambah ?
namun mengurangi eksistensiku di alam ini
hidup dan mati adalah sebuah kehidupan yang terlalu tipis batasannya
lalu untuk apa sebenarnya aku ada
kalau yang ku kerjakan dan ciptakan hanya akan berlalu begitu saja
rumah megah, mobil mewah, uang melimpah, dan ahh segala apa yang kami cari
tak bisa kami bawa mati
jangankan itu semua
foto kekasih berukuran 4x4 pun tak bisa diselipkan didalam kafan yang akan terpendam
Gusti sungguh Kau jadikan pendahulu pendahuluku
buyutku, eyangku, contoh bagiku, yang akan renta dan pada akhirnya tiada
namun aku terus melupakan itu
sesekali aku merenung untuk mengingat
dan sesekali pula aku sibuk dengan hiruk pikuk dunia ini
manusia tidaklah seperti mentari atau bulan
dimana dia bisa tenggelam namun esok akan muncul kembali
kami hanya makhluk yang sekali mati sudah itu tiada bisa kembali
Merenung sesaat bahwa hidup hanya sesaat
mantabss
BalasHapus